Oknum LSM LAKI Diduga Jadi Bodyguard Sekot Tarakan Kaltara



Sekot Tarakan dr. Khaerul, mantan Kadis Kesehatan Kota Tarakan.(Foto: BH/gaj)
TARAKAN - Merasa dirinya berada dibelakang oknum LSM Laskar Anti Korupsi (LAKI) kota Tarakan dan juga LSM anti korupsi lainnya, dr. Khaerul yang menjabat sebagai Sekertaris Kota (Sekot) Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara) ini marah-marah ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya pada, Kamis (7/1), terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan lelang proyek Alkes tahun anggaran 2012, semasa dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Tarakan.

Sebelumnya, pewarta BeritaHUKUM.com terbang dari Samarinda, Kaltim ke Tarakan, Kaltara dan melakukan konfirmasi pada, Kamis sebelumnya melalui telpon selularnya, Senin (4/1) Sekot Tarakan dr.Kharul meminta pewarta untuk dapat menemuinya di Tarakan agar lebih jelas permasalahannya.

Ketika dikonfirmasi, dirinya membantah apa yang ditanyakan pewarta dengan mengatakan, seingatnya tidak ada proyek ditanganinya yang nilainya mencapai Rp 5 milyar, namun meminta nomor kontrak proyek dimaksud untuk mengecek terlebih dahulu ke Dinkes baru bisa menjawab yang ditanyakan pewarta.

Namun, sesuatu hal yang tak terduga dengan dalih belum ada janjian atau jadwal sebelumnya untuk bertemu dengan pewarta, Sekot dr. Khaerul lantas marah-marah dan menuding pewarta hanya ingin menzoliminya, karena yang ditanyakan tersebut merupakan proyek tahun 2012, yang sudah begitu lama dan tak ada masalahnya, dan mengatakan tidak simpatik dengan kedatangan pewarta, terangnya.

"Ini persoalan tahun 2012 dan selama ini tidak ada pertanyaan, kenapa sekarang ada pertanyaan itu, selama ini tidak ada pertanyaan seperti itu apakah dari Inspektorat, BPK, Kejaksaan maupun Kepolisian menanyakan seperti itu," ujar Khaerul, dengan nada emosi sambil menunjukan ada SMS dari oknum LSM LAKI yang berinisial As, dan yang diduga sebagai bodyguardnya.

Kepada pewarta, mantan Kadis Kesehatan Tarakan yang saat ini menjabat Sekot Tarakan sambil membaca dan memperlihatkan SMS dari As yang berbunyi, "Abang dimana posisi balas, As, kata kawan ada janjian abang dengan kawan dari Jakarta yang katanya sore, kalau benar demikian kalau mau ketemu tolong saya dihadirkan biar saya sama-sama abang, mereka beritahukum dari Samarinda, maksud saya ketemu abang saya dihadirkan, saya tidak mau pimpinan yang ada di Tarakan mau digoyang dari media," terang Khaerul.

Dari SMS oknum LAKI yang diketahui beinisial As tersebut dapat diduga dan dipertanyakan maksud tulisannya, adanya suatu permainan yang saling menguntungkan dalam dugaan pengadaan lelang proyek Alkes tahun 2012 dan Sekda saat ini berperan selaku Kadis Kesehatan, sebagaimana hasil wawancara pewarta dengan As melalui telpon pada, Senin (4/1) malam.

As menjelaskan, sepengetahuannya bahwa, pengadaan proyek Alkes dan juga Jamkesda tersebut dengan penunjukan langsung dan yang dimenangkan perusahaan Bumida dengan anggaran ada yang Rp 9 milyar, ada yang Rp 10 milyar, ada yang Rp 23 milyar, serta ada yang Rp 33 milyar itu yang diduga markup, kekeliruannya keputusan pemenang sudah diatur, jelas As sambil menayakan bahwa, data semua rincian pada data tersebut sudah diserahkan kepada dr. Khaerul.

"Kasus ini sudah diperiksa Kejaksaan Tarakan oleh Jaksa Ikbal, namun alasan saat itu tidak ditemukan penyimpangan," ujarnya.

Kepada pewarta, As menegaskan alangkah terkianati dirinya dengan dr. Heru panggilan dr. Khaerul kalau kembali membeberkan lagi masalah penyimpangan pelelangan proyek Alkes dan Jamkesda tahun 2012, karena dirinya dengan dr. Heru sudah sepakat diamkan masalahnya dan dianggap sudah selesai, dan semuanya berkasnya sudah diserahkan kepada dr. Heru yang saat ini sebagai sekot Tarakan, tegas As.

"Alangkah terkhianati saya, karena yang bersangkutan kemarin setelah proses kita anggap selesai, saya jadi bingung dengan masalah sekarang, pak Heru sudah sepakat tidak ada masalah lagi. Dulu saya masih pegang dokumen, sekarang dokumen itu tidak ada sama saya. Kalau dokumen itu masih ada sama saya akan saya uraikan secara rinci," ungkap As.

"Jadi andaikata sekarang saya beberkan lagi, maka saya akan dibilang pak Heru beberkan macam-macam, sementara dokumen tersebut sudah saya serahkan sama dr Heru. Saya juga tidak mau di bilang berkhianat, karena kita sudah anggap sudah selesai," pungkasnya.(bh/gaj)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istri Mantan Dirut Bank Kaltim di Dakwa Lakukan Perjinahan

5 Warga Kota Tepian Samarinda Diduga Gabung ISIS