Dimasa Masih Di Bangku Sekolah

Dimasa Masih Dibangku Sekolah

Hari demi hari....minggu demi minggu....bulan demi bulan ...dan tahun demi tahun ...saat aku duduk dibangku Sekolah Dasar...Aku paham betul dengan keadaan ekonomi kedua orang tuaku ....Aba ku selain bekerja sebagai tukang kayu juga sebagai petani.... bercocok tanam di kebun tuntuk menanan jagung dan kacang tanah yang mana hasil panennya dijual untuk memberi beras dan kebutuhan hidup lainnya sehari hari.....
Dari situlah walaupun usiaku masih terlalu kecil....namun aku mulai sadar betapa beratnta tantangan hidup yang harus dihadapi kedua oarang tuaku....sehingga usai pulang sekolah kerap ku susuri Bapak (Aba) dan Ibu (Emma) ku ke kebun untuk membantu mereka menyangkul.....namun aku ingat betul dimasa itu .... tak selamanya aku membantu kedua orang tuang di kebun untuk menyangkul ruput yang mulai tumbuh .... namun dengan beralaskan daun pisang aku aselalu tidur disamping ibu ......

Dimasa kecil suatu pengalaman yang sangat pahit juga yang tidak bisa aku lupakan hingga saat ini....sampai adikku yang kedua yang bernama "Hasanuddin" yang hingga saat ini mata kirinya tidak bisa melihat dengan sempurna .... saat itu aku masih duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar ... yang namanya anak kecil yang bermain yang aneh-aneh .... yaitu permainan biji sapu lidi yang diraut ujungnya untuk membidik cecak .... namun entah kenapa adik saya menentang dan dengan satu kali bidikan kearah wajanya dan mengenai matanya hingga mengeluarkan darah .......

Kenangan pahit yang kedua yang membuat Aba saya sangat marah dan sampai memukul aku..... ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah dasar kelas enam.... saat itu musim panen jadi kami semua tinggal di kebun ... hanya persoalan sepeleh aku menikam punggung kaki adeku ..... 

Aba aku betul-betul marah dan memukul aku berulang kali .... aku hanya menangis bukan karena sakit dipukul sang Aba... namun menangis karena penyesalan dengan apa yang barisan terjadi kepada adik aku.....aku pasrah dipukul dan dimarahin... padahal aku tau betul aba aku tidak perna marah apalagi memukul aku...Abaku sangat menyayangi aku...>>>>>>>

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Istri Mantan Dirut Bank Kaltim di Dakwa Lakukan Perjinahan

5 Warga Kota Tepian Samarinda Diduga Gabung ISIS